Webinar Nasional Strategi Membangun Portofolio Saham Syariah Yang Tangguh dan Menguntungkan

shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape
shape

Lembaga Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam (LPK-EBIS) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional Batch 10 dengan tema “Strategi Membangun Portofolio Saham Syariah yang Tangguh dan Menguntungkan” pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 secara daring melalui platform webinar nasional. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi akademik dan edukatif dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap investasi syariah, khususnya di bidang pasar modal syariah.

Webinar ini menghadirkan para akademisi dan praktisi yang kompeten di bidang ekonomi dan pasar modal syariah. Hadir sebagai narasumber yaitu: Berlianto Haris, SH. I, CIFP, SAS, ASPM, Ph.D sebagai Assistant Vice President CIMB Niaga Syariah, Sutrisna Amijaya, S.E.I, MM, ASPM sebagai Manager Islamic Service, CGS International Sekuritas Indonesia dan Lely Shofa Imama M.S.I dosen UIN Madura. Acara webinar dipandu oleh Eko Agus Saputra, SEI, MH sebagai moderator dan Arif Luqman Hakim, M.SEI sebagai MC.

Kegiatan webinar juga dirangkaikan dengan agenda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kampus anggota LPK-EBIS dengan praktisi keuangan syariah dan CGS International Sekuritas Indonesia, sebagai bentuk penguatan sinergi antara dunia akademik dan industri keuangan syariah.

Dalam pemaparannya, Berlianto Haris menyampaikan materi mengenai analisis saham syariah dan perbandingan prosedur screening saham syariah di Indonesia, Malaysia, dan negara-negara GCC. Dalam paparannya dijelaskan bahwa pasar modal syariah berfungsi sebagai sarana penghimpunan dan penyaluran dana yang tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah. Beliau juga menjelaskan perkembangan investor ritel syariah di Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan, khususnya di kalangan generasi muda. Begitupula kapitalisasi pasar saham syariah yang terus tumbuh setiap tahunnya. Materi webinar juga membahas pentingnya mekanisme screening saham syariah melalui Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak dua kali dalam setahun. Selain itu dijelaskan pula terkait implementasi Sharia Online Trading System (SOTS) yang memungkinkan transaksi saham dilakukan sesuai prinsip syariah, seperti larangan margin trading dan short selling.

Narasumber selanjutnya, Sutrisna Amijaya memperkenalkan CGS International Sekuritas sebagai jembatan investor asing masuk ke bursa Indonesia dengan memperkenalkan produk unggulannya yakni itrade syariah, itrade syariah fund dan itrade sukuk. Lebih lanjut beliau memaparkan strategi investasi untuk investor pemula, yakni strategi investasi pasif dan strategi investasi aktiv. Strategi investasi pasif dilakukan dengan melihat pada index saham syariah yang ada, kemudian investor dapat memilih top 10 saham yang tersedia untuk bisa dijadikan sebagai portofolio investasi. Berbeda dengan strategi investasi pasif, strategi investasi aktiv mengharuskan investor menganalisis emiten yang mampu memberika return lebih besar dari bencmarknya. Dengan kata lain, investor harus memahami dasar cara pemilihan saham, tidak hanya dilihat dari kapitalisasi pasar dan value transaksi harian tetapi juga melihat pada top down approach mulai dari makro ekonomi (PDB, Suku Bunga, Kurs Rupiah, Inflasi), Sektor (Infrastruktur, perbankan, pertambangan, retail, consumer), Perusahaan (pertumbuhan, profitabilitas, utang, harga saham), dan metode valuasi (multiples (PER, PBV), absolut (DCF, DDM).    

Sementara itu, Lely Shofa Imama menjelaskan pentingnya investasi syariah sebagai instrumen pengelolaan aset yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga keberkahan dan kemaslahatan. Materi yang disampaikan menekankan bahwa investasi merupakan upaya mengelola aset agar memberikan manfaat di masa mendatang. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menentukan tujuan investasi, mengenali profil risiko, memahami kondisi ekonomi global dan domestik, serta melakukan diversifikasi portofolio sebagai strategi pengelolaan risiko.

Dalam sesi diskusi, para narasumber menegaskan bahwa investasi syariah tidak hanya berfokus pada keuntungan (return), tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan, etika bisnis, dan tanggung jawab sosial. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya memilih emiten yang memiliki fundamental baik, bisnis halal, serta mampu menjaga keberlangsungan lingkungan dan kemaslahatan masyarakat. Webinar Nasional ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, lembaga, komunitas, dan masyarakat umum di Indonesia. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang aktif dan konstruktif. Melalui penyelenggaraan webinar ini, LPK-EBIS berharap dapat terus menjadi pusat pengembangan literasi ekonomi dan bisnis Islam yang mampu menjembatani kebutuhan akademik, industri, dan masyarakat dalam memahami serta mengembangkan investasi syariah yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Red: Arlinta Prasetian Dewi